Sumbardaily.com, Padang – Perjalanan Semen Padang FC di awal musim BRI Super League 2025/2026 belum berjalan sesuai harapan. Hingga pekan ke-7, tim berjuluk Kabau Sirah itu harus rela terpuruk di dasar klasemen sementara dengan hanya mengoleksi empat poin dari tujuh pertandingan yang telah dilakoni.
Dari total tujuh laga, Semen Padang FC baru mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan lima kekalahan. Catatan tersebut menempatkan mereka sebagai satu-satunya tim yang baru mengemas empat poin, tertinggal dari Persis Solo dan PSBS Biak yang sama-sama memiliki lima poin.
Posisi juru kunci ini menambah tekanan bagi tim asuhan Eduardo Almeida untuk segera memperbaiki performa sebelum kompetisi memasuki paruh musim.
Lini Serang Tumpul, Pertahanan Mudah Ditembus
Ketidakkonsistenan di lini serang dan lemahnya koordinasi pertahanan menjadi dua masalah utama yang membelit Kabau Sirah. Meskipun dalam beberapa pertandingan tampil cukup dominan, penyelesaian akhir yang tidak efektif kerap membuat peluang emas terbuang percuma.
Sementara itu, sektor belakang masih mudah ditembus, membuat tim kehilangan poin penting baik di kandang maupun tandang.
Pelatih Eduardo Almeida kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk membangun kembali kepercayaan diri tim. Evaluasi menyeluruh dibutuhkan agar Semen Padang FC tidak terus terjebak di zona merah bersama PSBS Biak dan Persis Solo.
Ketiga tim tersebut saat ini menjadi penghuni tiga terbawah klasemen dan terancam masuk daftar degradasi jika tren buruk ini berlanjut.