Parkir Bus, Eduardo Almeida dan Semen Padang FC

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:07 WIB
Pelatih Semen Padang FC Eduardo Almeida (Foto: LIB)
Pelatih Semen Padang FC Eduardo Almeida (Foto: LIB)


Sumbardaily.com, Padang – Strategi bertahan total atau yang populer disebut parkir bus kembali membuktikan diri sebagai taktik efektif dalam sepak bola modern. Setelah sukses diterapkan oleh pelatih top dunia, kini giliran Eduardo Almeida bersama Semen Padang FC menunjukkan efektivitas sistem ini di BRI Super League 2025/2026.





Parkir bus bukan sekadar istilah. Ia adalah filosofi pertahanan yang membuat lawan frustasi, terbukti mampu menghadirkan kemenangan mengejutkan. Semen Padang FC membuktikannya saat menumbangkan Dewa United, klub bertabur bintang, dengan cara yang nyaris identik dengan gaya klasik Jose Mourinho atau Shin Tae-yong.





Mourinho dan Asal-usul Parkir Bus





Istilah parkir bus pertama kali populer pada 2004, ketika Jose Mourinho menuding Tottenham Hotspur bermain terlalu defensif dalam laga Premier League. Pelatih Portugal itu menyindir lawan yang menumpuk pemain di depan gawang. "Di Portugal, mereka membawa bus dan meninggalkannya di depan gawang," ujarnya kala itu.





Ironisnya, Mourinho sendiri kemudian dikenal sebagai arsitek pertahanan solid. Di Chelsea, ia mengantar klub meraih dua gelar Premier League secara beruntun, ditambah satu Piala FA dan dua Piala Liga. Chelsea yang diasuhnya bahkan hanya kebobolan sekali sepanjang musim dengan rekor 15 clean sheet.





Kesuksesan itu berlanjut di Inter Milan. Pada semifinal Liga Champions, Mourinho mengandalkan pertahanan total untuk menyingkirkan Barcelona. "Itu bukan lagi parkir bus, tapi parkir pesawat," ujarnya sambil menegaskan timnya saat itu bermain dengan sepuluh pemain.





Shin Tae-yong dan Efektivitas di Timnas Indonesia





Konsep parkir bus juga kerap dikaitkan dengan Shin Tae-yong atau STY saat menangani timnas Indonesia. Meski gaya bermainnya kerap dianggap tidak atraktif, efektivitasnya tak terbantahkan. Indonesia mencatat sejarah dengan menumbangkan Arab Saudi, menahan imbang Australia, hingga lolos ke kualifikasi akhir Piala Dunia 2026 Zona Asia.





Bagi STY, kunci dari taktik defensif adalah kondisi fisik pemain. Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner menjadi contoh bagaimana lini belakang Indonesia tampil kokoh berkat stamina prima.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB
X