Yota Balad menegaskan bahwa turnamen ini bukan difokuskan untuk mencari atlet muda berbakat, melainkan menjadi ajang rekreasi yang mengangkat identitas budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.
Meski demikian, Pemerintah Kota Pariaman juga menyiapkan agenda lanjutan dalam pembinaan olahraga. Pada Agustus mendatang, direncanakan Kejuaraan Tenis Usia Dini untuk kelompok umur 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun sebagai upaya menemukan bibit unggul di bidang tenis lapangan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan semangat fair play, sekaligus menikmati suasana Kota Pariaman yang kaya dengan tradisi budaya, termasuk perayaan Tabuik yang telah menjadi daya tarik wisata tahunan.
Di sisi lain, penyelenggaraan kejuaraan ini memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. "Berdasarkan laporan yang kami terima, seluruh hotel dan homestay di Pariaman penuh terisi selama turnamen berlangsung. Ini membuktikan bahwa event sport tourism seperti ini mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat," tambahnya.
Kejuaraan Tenis Internasional Baveti 2025 menjadi momentum sinergi antara olahraga, budaya, dan pariwisata yang mampu membawa nama Kota Pariaman ke kancah yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. (red)