Kreatif! Anak Muda Padang Ubah Sampah Jadi Sembako dan Furnitur

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 25 Agustus 2025 | 18:18 WIB
Anak muda Kota Padang melalui Bank Sampah Gemilang mengubah sampah jadi sembako dan furnitur bernilai jual, solusi unik atasi masalah sampah. (Foto: Kominfo Padang)
Anak muda Kota Padang melalui Bank Sampah Gemilang mengubah sampah jadi sembako dan furnitur bernilai jual, solusi unik atasi masalah sampah. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Kreativitas anak muda di Kota Padang kembali melahirkan solusi unik dalam menghadapi masalah lingkungan. Melalui Bank Sampah Gemilang yang berlokasi di Kelurahan Kubu Marapalam, Padang Timur, sampah rumah tangga, terutama plastik, kini bisa ditukar dengan sembako hingga diolah menjadi furnitur bernilai ekonomi.





Program yang digagas sejak pertengahan 2023 itu awalnya fokus pada edukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah. Namun, sejak awal 2024, Bank Sampah Gemilang bersama sejumlah komunitas mulai memberikan insentif nyata bagi warga. Mereka yang menabung sampah plastik terpilah bisa menukarnya dengan kebutuhan pokok, sementara jumlah besar dapat diganti dengan uang maupun sembako.





Rofan F, pengelola Bank Sampah Gemilang sekaligus anggota komunitas Trash 2 Move, menuturkan banyak warga sebenarnya bersedia mengumpulkan sampah, tetapi merasa upaya mereka sering tidak dihargai. Karena itu, pihaknya menghadirkan program tukar sampah sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi.





“Untuk jumlah kecil bisa ditukar dengan sembako, sedangkan dalam skala besar bisa diganti uang atau sembako sesuai kesepakatan. Dengan cara ini, masyarakat merasa lebih dihargai dalam upaya mereka menjaga lingkungan,” kata Rofan, Senin (25/8/2025).





Dari Kursi hingga Jam Dinding





Selain ditukar sembako, sampah plastik bernilai tinggi juga diolah menjadi produk furnitur. Melalui kerja sama dengan Trash 2 Move, limbah plastik dicacah, dipanaskan, lalu dilebur hingga bisa dicetak sesuai kebutuhan. Hasilnya beragam, mulai dari kursi, meja, asbak, tempat sampah, jam dinding, tempat sabun, hingga gantungan kunci





.Produk kreatif ini dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai Rp10.000 hingga ratusan ribu rupiah, bahkan telah menjangkau pasar luar daerah seperti Kalimantan dan Bandung. “Dalam sepekan, kami mampu menampung 10 sampai 15 ton sampah plastik yang kemudian disuplai ke pabrik-pabrik maupun diolah sendiri,” ujar Rofan.





Perwakilan Eco Tuah Sakato, Karel, menambahkan, pengolahan sampah dilakukan melalui dua jalur. Pertama, sampah plastik didaur ulang menjadi biji plastik. Kedua, melalui program Trash to Move yang mengolah cacahan plastik menjadi barang jadi. Menurutnya, metode ini tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mengurangi kebiasaan membakar sampah yang berbahaya bagi lingkungan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X