"Dinas Perdakop UKM sudah memberikan pelatihan dan tempat bagi mereka yang mau berusaha, salah satunya Batik Asrat ini. Asrat dengan kegigihannya bisa mendapatkan omzet dari hobinya," ujar Azani.
Azani berharap, ke depannya Batik Asrat dapat terus diterima luas, bukan hanya di Indonesia, tapi juga dapat menembus pasar internasional. Dengan motif-motif kreatif dan kualitas yang terjaga, Batik Asrat diharapkan menjadi icon sekaligus produk unggulan yang turut melestarikan budaya Indonesia. (red)