Antusiasme Pengunjung Warnai Pekan Nan Tumpah 2025

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:32 WIB
Pekan Nan Tumpah 2025 hadirkan pelatihan, pameran, diskusi, hingga pertunjukan seni lintas genre. Antusiasme pengunjung terus meningkat. (Foto: Komunitas Nan Tumpah)
Pekan Nan Tumpah 2025 hadirkan pelatihan, pameran, diskusi, hingga pertunjukan seni lintas genre. Antusiasme pengunjung terus meningkat. (Foto: Komunitas Nan Tumpah)


Sumbardaily.com, Padang – Hari ketiga gelaran Pekan Nan Tumpah (PNT) 2025 resmi berakhir pada Selasa (26/8/2025). Seperti hari-hari sebelumnya, rangkaian acara seni yang dihadirkan terus menjadi magnet bagi masyarakat, baik dari Padang maupun daerah lain. Dari pameran, pelatihan interaktif, diskusi seni, hingga pertunjukan lintas genre, semua dirangkai untuk menghidupkan suasana seni yang dinamis sekaligus membuka ruang pertemuan antara seniman dan publik.





Kegiatan hari ketiga dibuka pukul 10.00 WIB dengan pameran seni yang berlangsung hingga malam hari. Pameran ini kembali menjadi titik temu pengunjung, menghadirkan karya seniman lokal dan nasional dengan beragam medium dan perspektif. Sejak awal, pameran tersebut menjadi denyut utama PNT, mengantar masyarakat menikmati sekaligus memahami seni dalam konteks yang lebih luas.





Memasuki pukul 13.30 WIB, perhatian publik tertuju pada pelatihan unik bertajuk “Melukis di Media Terserah”. Tiga seniman dari kolektif Silo Tigo, yaitu Olimsyaf Putra Asmara, Imam Teguh, dan Boy Nistil, hadir sebagai fasilitator. Sambutan peserta di luar perkiraan panitia. Jumlah yang awalnya diperkirakan belasan orang, melonjak hingga membuat ruang pelatihan penuh sesak.





“Saya tidak menyangka peserta yang datang bisa sebanyak ini. Awalnya hanya 12 orang, tetapi terus bertambah sampai panitia sedikit kewalahan. Meski begitu, ini kabar baik karena menandakan minat masyarakat terhadap seni lukis masih sangat tinggi,” ujar Olimsyaf.





Bersamaan dengan pelatihan tersebut, pengunjung juga diajak mengikuti tur kuratorial yang dipandu oleh Nessya Fitryona dan Mahatma Muhammad. Dalam tur itu, publik diajak mendalami gagasan di balik karya-karya pameran, sehingga pengalaman seni tidak hanya berhenti pada visual, tetapi juga pada pemaknaan yang lebih mendalam.





Selepas tur, audiens diarahkan menuju area diskusi seni yang dipandu oleh Diah Risqiqa, pembawa acara PNT 2025. Diskusi dipandu oleh Misza Oktafiani dengan menghadirkan dua narasumber, Iswandi dan Albert Rahman Putra. Tema besar pameran tahun ini, “Seni Murni Seni Terapan Seni Terserah: Jika Kamu Paham Semua Ini, Mungkin Kamu Salah Paham”, menjadi bahan bahasan menarik yang menggugah cara pandang publik terhadap dunia seni.





Suasana semakin semarak saat giliran SMK Penerbangan Nusantara tampil dalam program Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS). Parade marching band yang mereka sajikan memicu antusiasme penonton, disusul penampilan Katumbak Anak Abak dengan musik tradisional Minangkabau yang menggetarkan ruang pertunjukan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X