Menurut Mahyeldi, penyelenggaraan Porprov kali ini harus benar-benar diwujudkan setelah ajang tersebut tidak terlaksana selama delapan tahun. Selain itu, jadwal pelaksanaan juga telah mengalami penundaan sebanyak dua kali.
“Berbagai langkah dan upaya sudah dilakukan agar Porprov yang sudah delapan tahun tidak terlaksana dan jadwal penundaan sudah dua kali terundur. Tidak ada lagi cerita untuk ditunda-tunda,” tegasnya.
Mahyeldi berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama untuk menyukseskan Porprov XVI Sumbar. Selain menjadi ajang pertandingan antaratlet dari berbagai daerah, pelaksanaan Porprov diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembinaan olahraga di Sumbar.
Bagi para atlet, kepastian penyelenggaraan Porprov juga menjadi jawaban atas penantian panjang mereka terhadap kompetisi olahraga tingkat . Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju persiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Karena ajang ini merupakan harapan dan mimpi besar atlet Tuah Sakato yang sudah lama mereka dambakan,” pungkasnya. (*)