Bagi Mahyeldi, kepastian pelaksanaan Porprov XVI menjadi penting karena ajang tersebut telah lama dinantikan para atlet dan insan olahraga di Sumbar. Porprov bukan hanya menjadi arena kompetisi antardaerah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Atlet kita sudah sangat merindukan event ini. Porprov juga menjadi rangkaian persiapan Sumatera Barat menuju prestasi di PON NTB-NTT-Jakarta Tahun 2028,” katanya.
Melalui Porprov XVI, pemerintah daerah dan insan olahraga juga memiliki kesempatan untuk melihat potensi atlet dari berbagai daerah. Mahyeldi menyebut ajang tersebut memiliki peran strategis sebagai wadah menemukan sekaligus mengembangkan bibit-bibit atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota.
Atlet yang menunjukkan prestasi dalam Porprov nantinya dapat memperoleh pembinaan lebih lanjut. Proses tersebut dilakukan pengurus provinsi cabang olahraga bersama KONI Sumbar untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi di tingkat nasional.
“Bibit-bibit inilah nantinya yang akan mengukir prestasi dan meraih medali di ajang pesta olahraga multi-event terbesar tanah air,” ucapnya.
Mahyeldi juga mengingatkan bahwa pencapaian seorang atlet tidak terbentuk dalam waktu singkat. Prestasi lahir dari proses latihan yang panjang serta membutuhkan pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu. Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan seorang atlet.
Karena itu, Porprov menjadi salah satu ruang bagi atlet untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membuka peluang menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Ajang Porprov menjadi wadah bagi mereka untuk mengorbitkan diri dan menapaki jenjang yang lebih tinggi ke tingkat nasional. Di sinilah peran pemerintah daerah hadir menyediakan wadah bagi atlet untuk menguji kemampuan mereka selama menjalani latihan,” tegas Mahyeldi.