Kedatangan peserta dari luar daerah secara langsung berkaitan dengan kebutuhan penginapan, transportasi, kuliner, hingga kunjungan ke destinasi wisata.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi, menyebut penyelenggaraan tahun ini berjalan lebih baik dan tertib dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia juga menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan Padang memiliki event lari yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Alhamdulillah pelaksanaan BOM Run 2026 tahun ini jauh lebih baik penyelenggaraannya, juga pesertanya lebih banyak. Kemudian kita melihat antusiasme dari seluruh peserta itu luar biasa," katanya.
"Ini merupakan satu kegiatan sport tourism, karena mungkin lebih dari separuh itu berasal dari luar kota Padang. Ini tentu merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bahwa kota Padang punya satu event running yang memang berstandar nasional," sambungnya.
Dari sisi ekonomi, Sekretaris I Panitia BomRun 2026, Adril Sukri, menyebut sekitar 35 persen peserta berasal dari luar Sumbar.
Kehadiran mereka dinilai menciptakan perputaran ekonomi karena membutuhkan tiket perjalanan, penginapan, hotel, hingga konsumsi kuliner selama berada di Padang.
"Blue Ocean Minang Run (BomRun) ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari Hari Jadi Kota Padang tahun 2026. Tahun lalu ada 2.100 peserta, tahun ini 3.823, ada peningkatan hampir 100 persen. Kota Padang kembali kita ramaikan dengan event BomRun 2026 setelah bencana di akhir tahun 2025 kemarin," katanya.