"Cukup bagus menurut saya. Sama dengan event-event di Jawa. Menarik, tertib juga. Penjagaannya setiap persimpangan dijaga, kemudian di sepanjang jalan juga cukup ramai. Event-eventnya bagus, dengan kondisi jalannya kosong, jalur pantai yang menjadi rute itu kosong, kemudian kita masuk kampung, terus keluar lagi, itu bagus. Yang penting jalan kosong, jadi kita bisa lari cepat," katanya.
Peserta asal Kayu Tanam, Ismi, juga memberikan penilaian positif terhadap suasana dan ketepatan waktu penyelenggaraan.
"Acaranya sangat seru sekali, positive vibes, membangkitkan niat saya untuk bangun pagi, menjaga kesehatan, lari pagi-pagi dengan suasana deburan ombak yang Masya Allah, Tabarakallah. Panitianya juga top, acaranya mantap, semuanya sesuai jadwal, tidak molor waktu, tidak lelet gitu. Pokoknya keren, sukses untuk BomRun tahun-tahun berikutnya!," kata Ismi.
Sementara itu, Zaki, peserta asal Padang yang berdomisili di kawasan Alai, mengaku kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi masyarakat yang memiliki hobi berlari.
Selain menjaga kebugaran, suasana acara yang meriah serta berbagai hadiah juga menjadi daya tarik tersendiri.
"Saya sangat senang dan mengapresiasi sekali adanya kegiatan seperti ini. Selain karena saya memang hobi berolahraga lari untuk menjaga kebugaran, acara ini juga sangat meriah dan penuh semangat karena banyak sekali doorprize serta hadiah-hadiah menarik yang bisa diperebutkan oleh para peserta," katanya.
Dengan peningkatan jumlah peserta dari 2.100 menjadi 3.823 orang, BOM Run 2026 menunjukkan bahwa event olahraga dapat dikembangkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi. (*)