"Ini luar biasa—salah satu hadiah dari takdir. Ini ibarat Michael Jordan memandikan LeBron James," ujar Oriol Canals, dilansir dari FIFA Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, apa yang dulu tampak sebagai dokumentasi biasa kini berubah menjadi salah satu foto paling bersejarah dalam sepak bola karena mempertemukan dua pemain dari generasi berbeda yang sama-sama meninggalkan jejak besar.
Terlepas dari apakah peristiwa itu disebut sebagai takdir atau kebetulan, nilai historis yang melekat pada foto tersebut kini semakin kuat setelah keduanya benar-benar bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia.
Di sisi lain, sosok Lionel Messi tetap menjadi figur sentral dalam sejarah olahraga ini. Penyerang asal Argentina tersebut telah memecahkan hampir seluruh rekor bergengsi di dunia sepak bola. Ia juga berhasil membawa La Albiceleste kembali meraih kejayaan setelah penantian panjang.
Bahkan ketika memasuki usia 39 tahun, saat banyak pihak mulai meragukan kemampuannya, Messi masih mampu memperlihatkan performa individu yang mendapat pengakuan luas sepanjang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memberikan penghormatan khusus kepada sang kapten setelah timnya harus mengakui keunggulan Spanyol di partai final.
"Saya berharap rakyat Argentina bangga dengan tim mereka, bangga kepada Messi, dan atas semua yang telah ia dedikasikan," kata Scaloni usai kekalahan 0-1.
"Menurut pandangan saya, dia adalah pesepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan hijau," lanjutnya.