Di balik perjalanan berat tersebut, Inggris dan Argentina memperlihatkan satu kesamaan penting, yakni kemampuan menjaga performa ketika berada dalam tekanan tinggi. Faktor inilah yang membuat duel semifinal diprediksi berlangsung sangat ketat.
Bagi Inggris, semangat juang itu terlihat setiap kali para pemain bersama pendukung menyanyikan lagu Wonderwall milik Oasis setelah meraih kemenangan. Sementara di kubu Argentina, emosi tampak begitu kuat ketika Lionel Messi menitikkan air mata usai kemenangan atas Mesir pada Babak 16 Besar.
Perpaduan antara kualitas teknik, semangat bertanding, dan kekuatan mental menjadi modal utama kedua tim dalam perjalanan menuju semifinal.
Jude Bellingham menjadi salah satu pemain yang menggambarkan karakter tersebut di skuad Inggris. Gelandang bernomor punggung 10 itu menilai kemampuan menghadapi tekanan merupakan faktor yang tidak kalah penting dibanding aspek teknis maupun taktik.
"Sulit bermain di luar sana; ini pertandingan yang sangat menguras tenaga. Memiliki kualitas adalah satu hal—dan semua pemain di grup ini memilikinya—tetapi Anda tidak akan benar-benar tahu seberapa besar mentalitas dan hati yang mereka punya sampai kami berada dalam situasi seperti itu," ujar Bellingham.
Ia menambahkan bahwa sepak bola bukan hanya soal kemampuan individu ataupun strategi permainan.
"Sepak bola terdiri dari banyak aspek. Sebagiannya soal teknik atau taktik, tetapi bagi saya yang terbesar adalah psikologis—bagaimana Anda menghadapi kemunduran dan kesulitan. Tim ini sekali lagi menunjukkan bahwa kami mampu melakukannya."