Meski demikian, Teco secara khusus menyoroti hilangnya organisasi permainan Semen Padang pada penghujung laga. Situasi sepak pojok yang seharusnya menjadi kesempatan bagi Kabau Sirah untuk menciptakan peluang justru berujung pada serangan balik mematikan bagi lawan.
"Di babak kedua, ya pastinya lawan mau kalah di kandang, dia lebih menyerang dari kita, bisa cetak gol juga satu sama. Terus yang terakhir, yang bola terakhir, kita hilang organisasi di corner, kita menyerang dari corner, mereka bisa serang balik, bisa menang pertandingan," tambahnya.
Keterangan Teco menunjukkan bahwa kegagalan menjaga konsentrasi dan organisasi permainan pada detik-detik akhir menjadi salah satu persoalan yang harus diperhatikan Semen Padang setelah kekalahan tersebut.
David Maulana Kecewa, Semen Padang Diminta Bangkit
Kekecewaan juga disampaikan gelandang Semen Padang, David Maulana. Ia mengakui hasil pertandingan tersebut menyisakan kesedihan bagi para pemain, terutama karena timnya sempat unggul dan memiliki peluang untuk mencetak gol tambahan.
Kegagalan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir menjadi pukulan bagi Kabau Sirah. Gol pada menit ke-90+4 membuat usaha Semen Padang sepanjang pertandingan tidak berbuah poin.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, David menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekalahan. Ia meminta rekan-rekannya menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi agar mampu tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
"Pasti perasaannya sedih, juga kecewa. Tapi kita enggak boleh berhenti di sini, kita harus lebih baik lagi ke depannya," ungkap David Maulana. (*)