Dengan raihan 21 emas tersebut, Payakumbuh kini telah mengamankan lebih dari separuh target yang dipatok sejak awal. Pemerintah daerah pun menyiapkan penghargaan bagi atlet yang berhasil memberikan prestasi dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Zulmaeta mengatakan anggaran bonus untuk atlet berprestasi telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Pencairan bonus tersebut akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Porprov Sumbar 2026 selesai.
"Anggaran bonus sudah kami siapkan penuh. Pencairannya nanti sekaligus setelah seluruh rangkaian kejuaraan selesai," ujarnya.
Tidak hanya mengejar prestasi pada Porprov 2026, Pemerintah Kota Payakumbuh juga mulai menatap penyelenggaraan Porprov edisi berikutnya. Zulmaeta menyatakan kesiapan daerahnya untuk mengajukan Payakumbuh sebagai tuan rumah Porprov 2028.
Menurutnya, Payakumbuh memiliki fasilitas olahraga yang dinilai cukup memadai untuk menunjang pelaksanaan berbagai cabang olahraga. Karena itu, peluang menjadi tuan rumah dinilai terbuka apabila terdapat kemauan dan komitmen bersama.
"Sarana olahraga kita sudah terfokus dan cukup memadai. Tinggal bagaimana kemauan dan komitmen bersama untuk mewujudkan Payakumbuh sebagai tuan rumah Porprov 2028," katanya.
KONI Bidik Posisi Runner-up
Optimisme serupa disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh Chairul Mufti. Berdasarkan hitungan cepat internal KONI, kontingen Payakumbuh sejauh ini telah mengoleksi 21 medali emas.
Raihan tersebut membuat Payakumbuh berada di papan atas klasemen sementara Porprov Sumbar XVI 2026. KONI Payakumbuh pun tidak hanya membidik jumlah medali, tetapi juga menargetkan posisi akhir yang lebih tinggi.