Kehadiran peserta dari luar daerah menunjukkan adanya ketertarikan terhadap kondisi ombak di kawasan pesisir Padang Pariaman. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan olahraga surfing sekaligus memperkenalkan kawasan pesisir kepada masyarakat yang lebih luas.
John Kenedy Azis juga berharap seluruh peserta dapat menjalani pertandingan dengan tetap mengedepankan sportivitas. Ia menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh peserta yang mengambil bagian dalam kejuaraan surfing tersebut.
Di sisi lain, Pembina PSOI Padang Pariaman Didit Supriadi menilai potensi ombak yang dimiliki Kabupaten Padang Pariaman tidak kalah dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Menurut Didit, potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan olahraga surfing tidak hanya dapat diarahkan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memiliki kaitan dengan upaya memperkuat sektor pariwisata daerah.
"Ombak di Kabupaten Padang Pariaman tidak kalah baik dengan kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik," katanya.
Dukungan pemerintah daerah juga mendapat apresiasi dari Ketua PSOI Sumatera Barat Hary Algamar. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman atas dukungan yang diberikan terhadap perkembangan olahraga surfing.
Hary menilai dukungan serta fasilitasi dari pemerintah daerah menjadi salah satu bagian penting untuk mendorong pertumbuhan olahraga surfing di Kabupaten Padang Pariaman.
Dengan digelarnya Padang Pariaman Surfing Championship 2026, Pantai Tiram tidak hanya menjadi lokasi pertandingan. Kawasan tersebut diharapkan dapat semakin dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi olahraga ombak di Sumatera Barat.