Kartyana juga mengingatkan para atlet agar pencapaian tersebut tidak membuat mereka terlena. Gelar juara, menurutnya, tidak boleh membuat seorang atlet menjadi sombong ataupun lupa diri.
Ia berpesan agar setiap atlet tetap mengingat bahwa pencapaian yang diraih juga tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang menjadi pedoman dalam perjalanan menuju puncak prestasi.
Selain Rimba Langit Pembawa Berkah, dua atlet pelajar Dharmasraya lainnya juga menyumbangkan medali untuk Padang Climber pada Kejurprov tersebut.
Mereka adalah Cahaya Samudra Penyejuk Jiwa, siswa kelas 5 SDIT Andalas Cendekia, serta Muhammad Hamka Erdogan, siswa kelas 3 SDN 19 Pulau Punjung. Keduanya sama-sama meraih medali perunggu pada nomor Lead U11.
Keberhasilan Rimba di Kejurprov Panjat Tebing Sirkuit 1 Sumatra Barat 2026 juga menjadi modal menuju ajang berikutnya. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026, Rimba bersama timnya kembali akan bertanding membawa nama daerah.
Namun, kali ini Rimba tidak tampil sebagai atlet utusan tanah kelahirannya, Dharmasraya. Ia akan memperkuat kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kehadiran Rimba sebagai atlet utusan Mentawai otomatis membuka peluang tambahan bagi daerah tersebut untuk mengejar pundi-pundi medali emas. Mentawai sendiri dikenal sebagai salah satu daerah wisata surfing di Sumbar.
Dengan usia yang masih 14 tahun, pengalaman di Kejurprov Sirkuit 1, torehan emas pada nomor Speed Putra U-15, serta pengalaman menjalani pemusatan latihan, Rimba kini menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam persaingan panjat tebing Sumbar. (*)