Tim harus mampu mengejar defisit tersebut melalui performa di lapangan dan mengamankan hasil maksimal dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Saat ini, fokus tim disebut telah diarahkan sepenuhnya kepada persiapan teknis. Setelah persoalan administratif dijelaskan secara terbuka, perhatian seluruh elemen klub kini tertuju pada upaya mengembalikan momentum kompetisi dan menutup defisit poin," imbuh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) tersebut. (*)