Spanyol Dominasi Jalannya Pertandingan
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim dengan performa terbaik sepanjang turnamen. Selain berstatus juara Eropa dan Amerika Selatan, keduanya juga menempati posisi teratas dalam peringkat dunia FIFA.
Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan.
Peluang pertama hadir saat laga baru berjalan lima menit. Dani Olmo mengirimkan umpan ke ruang kosong di sisi kanan kotak penalti yang berhasil dimanfaatkan Lamine Yamal. Pemain muda tersebut melepaskan tembakan mendatar, tetapi Emiliano Martinez sigap menepis bola di tiang dekat.
Meski terus menguasai penguasaan bola, Spanyol menghadapi pertahanan Argentina yang tampil disiplin dan sulit ditembus.
Menjelang turun minum, La Roja kembali memperoleh sejumlah peluang melalui Mikel Oyarzabal, yang melepaskan tembakan mengarah ke gawang, serta Marc Cucurella, yang mencoba peruntungannya lewat tendangan dari luar kotak penalti. Namun, belum ada gol yang tercipta hingga babak pertama berakhir.
Argentina Kehilangan Dua Bek Utama
Di kubu Argentina, pelatih Lionel Scaloni menghadapi tantangan besar akibat cedera yang menimpa dua bek tengah andalannya.
Lisandro Martinez lebih dahulu harus meninggalkan lapangan sesaat sebelum turun minum dan digantikan Nicolas Otamendi.
Situasi semakin sulit ketika Cristian Romero juga mengalami cedera pada babak kedua. Bek tangguh tersebut kemudian digantikan oleh Facundo Medina setelah pertandingan memasuki menit ke-70.