Sumbardaily.com – Keputusan besar diambil manajemen Semen Padang FC usai hasil imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu malam (4/3/2026) itu menjadi penentu nasib pelatih Dejan Antonic bersama Kabau Sirah.
Dalam pertandingan tersebut, tim berjuluk Kabau Sirah gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah salah satu pemain Laskar Mataram, Fahreza, menerima kartu merah pada menit ke-38 akibat pelanggaran keras terhadap Samuel Christianson.
Meski PSIM harus bermain dengan 10 orang, Semen Padang FC tak mampu mengonversi situasi tersebut menjadi gol. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0.
Hasil itu membuat posisi Semen Padang FC semakin terjepit di papan klasemen. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut masih tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 17 poin, sekaligus belum keluar dari zona degradasi.
Melalui akun resmi klub, manajemen menyampaikan bahwa kebersamaan dengan Dejan Antonic resmi berakhir. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan internal bersama komisaris dan penasihat tim.
Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, memastikan bahwa manajemen tidak akan berlama-lama mencari pengganti. Ia menyebut pelatih anyar akan diperkenalkan dalam waktu dekat.
“Insya Allah sebelum berbuka puasa kami akan memperkenalkan pelatih baru,” ujarnya.