Sumbardaily.com, Padang – Manajemen Semen Padang FC resmi menunjuk Dejan Antonic sebagai pelatih kepala baru menggantikan Eduardo Almeida. Penunjukan ini menjadi langkah strategis tim berjuluk Kabau Sirah untuk memperbaiki performa di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Nama Dejan Antonic tentu tidak asing bagi pencinta sepak bola nasional. Pelatih asal Belgrade, Yugoslavia, ini telah lama malang melintang di dunia kepelatihan Indonesia dan Asia. Di usianya yang kini menginjak 54 tahun, Dejan membawa segudang pengalaman serta filosofi kepemimpinan yang dikenal humanis namun tegas di lapangan.
Jejak Panjang di Dunia Kepelatihan
Dejan memulai karier kepelatihannya di Asia dan sempat menangani sejumlah klub ternama. Di Indonesia, ia pernah menjadi pelatih Persib Bandung pada tahun 2016, sebelum kemudian berkiprah di luar negeri bersama South China dan Hong Kong Rangers FC.
Tahun 2018, Dejan kembali ke Tanah Air dan memimpin Borneo FC, kemudian melatih Madura United pada musim 2019. Kiprahnya berlanjut bersama PSS Sleman di musim 2020–2021, lalu PS Barito Putera pada 2023. Setelah itu, Dejan sempat menimba pengalaman di Tiongkok bersama klub Jinan XingZhou (2023) dan Foshan Nanshi (2024).
Kini, Dejan kembali ke Indonesia dengan tantangan baru: mengembalikan kejayaan Semen Padang FC di tengah ketatnya persaingan Liga 1. Gaya latihannya dikenal menonjolkan keseimbangan antara strategi menyerang dan kedekatan emosional dengan pemain. Pendekatan itu membuatnya dihormati oleh para pemain yang pernah bekerja bersamanya.
Pelatih Humanis dengan Filosofi Menyerang
Dejan Antonic dikenal sebagai pelatih dengan gaya permainan atraktif dan pendekatan personal yang kuat. Ia tidak hanya berfokus pada taktik dan fisik, tetapi juga menanamkan semangat kebersamaan di ruang ganti. Pendekatan humanis inilah yang diyakini menjadi salah satu kekuatan utamanya dalam membangun mental juara di sebuah tim.
Puncak prestasinya datang pada musim 2011–2012, ketika ia sukses membawa Arema Indonesia menembus perempat final AFC Cup 2012. Atas capaian tersebut, Dejan dianugerahi gelar Pelatih Terbaik Liga Indonesia pada musim yang sama. Penghargaan itu menjadi pengakuan atas kemampuannya membangun tim dengan pola permainan menyerang dan disiplin.