Adib Alfikri menjelaskan bahwa pemilihan waktu penyelenggaraan turnamen berdekatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2024 bukanlah kebetulan.
"Kami ingin menanamkan semangat juang melalui olahraga kepada generasi muda. Event ini melampaui definisi kompetisi biasa, menjadi celebration of sportsmanship yang mempersatukan tiga provinsi," paparnya.
Pjs Bupati Solok Selatan ini memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan.
Ia bahkan mendorong setiap sekolah untuk memiliki fasilitas tenis meja, sebagai bentuk komitmen dalam memajukan olahraga di daerah.
"Investasi dalam infrastruktur olahraga adalah investasi dalam pembentukan karakter generasi muda yang sportif dan tangguh," tegasnya.
Melalui turnamen ini, Solok Selatan memposisikan diri sebagai katalisator dalam pengembangan bakat muda di bidang tenis meja.
Perhelatan yang menggabungkan unsur kompetisi, pembinaan atlet, dan pemberdayaan ekonomi lokal ini diharapkan dapat menjadi model penyelenggaraan event olahraga yang berkelanjutan di masa mendatang. (red)