lifestyle

IDAI Dorong Pemerintah Sediakan Obat Pencegah Demam Reumatik di Puskesmas

Selasa, 11 November 2025 | 12:06 WIB
Ilustrasi demam. (Foto: Dok. Pixabay)


Sumbardaily.com, Jakarta - Ancaman penyakit Demam Reumatik (DR) dan Penyakit Jantung Reumatik (PJR) terhadap anak-anak di Indonesia kian menjadi perhatian serius kalangan medis.





Kondisi yang bermula dari infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus grup A ini dapat berkembang menjadi kerusakan katup jantung permanen jika tidak ditangani dengan tepat.





Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso menegaskan bahwa PJR masih menjadi penyebab paling umum penyakit jantung didapat pada anak dan remaja di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.





“Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap bahaya infeksi tenggorokan streptokokus dan komplikasinya masih rendah. Banyak anak baru dibawa berobat setelah kerusakan katup jantung mencapai tahap berat, yang penanganannya jauh lebih sulit dan mahal,” katanya, Selasa (11/11/2025).





Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI, Rizky Adriansyah mengatakan, demam reumatik merupakan reaksi kekebalan tubuh yang muncul satu hingga lima minggu setelah radang tenggorokan akibat infeksi Streptococcus Grup A.





Jika tidak diobati tuntas, infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada jantung, persendian, kulit, bahkan otak, dan berkembang menjadi penyakit jantung reumatik yang bersifat permanen.





Gejala awal yang perlu diwaspadai orang tua dan guru meliputi nyeri sendi berpindah, ruam kemerahan berbentuk lingkaran, sesak napas, jantung berdebar, tubuh mudah lelah, hingga gerakan tidak terkendali seperti menari (chorea Sydenham).


Halaman:

Tags

Terkini