Pilihan kedua adalah Thrust, yang dilengkapi pendorong untuk meningkatkan akselerasi. Calon pembeli versi ini harus menyiapkan deposit US$250.000 atau sekitar Rp4,5 miliar.
Sementara itu, versi ketiga bernama Rocket hanya tersedia melalui undangan. Berbeda dari konfigurasi dua penumpang pada Roadster yang diperkenalkan, model ini hanya menyediakan satu jok dan dibekali sistem terbang penuh.
Meski sudah menampilkan ketiga versi tersebut pada halaman pemesanan, Tesla belum mengumumkan harga jual resmi masing-masing model. Besaran deposit yang tercantum menjadi persyaratan awal pemesanan, bukan harga akhir kendaraan.
Perbedaan konfigurasi tersebut memperlihatkan bahwa Tesla menawarkan pilihan Roadster dengan tingkat kemampuan yang berlainan. Versi Performance ditawarkan dengan deposit lebih rendah, sedangkan Thrust menonjolkan pendorong untuk akselerasi. Adapun Rocket menjadi varian khusus dengan sistem terbang penuh dan akses terbatas melalui undangan.
Jadwal produksi yang ditargetkan pada 2028 juga menjadi bagian penting dari pengembangan mobil tersebut. Roadster generasi terbaru masih harus menunggu hingga target produksi itu tiba setelah rencana pengiriman yang semula dijanjikan pada 2020 tidak terealisasi sesuai jadwal awal.
Elon Musk Belum Tegas soal Legalitas di Jalan Raya
Di tengah demonstrasi yang menampilkan kemampuan terbang dan manuver ekstrem, pertanyaan mengenai penggunaan Roadster di jalan umum masih belum terjawab secara pasti.
Fitur pendorong gas dan kemampuan kendaraan melakukan manuver di udara menimbulkan pertanyaan mengenai aturan yang berlaku di berbagai wilayah. Musk sendiri tidak memberikan kepastian bahwa seluruh fitur tersebut dapat digunakan secara legal di setiap yurisdiksi.
"Maksudnya, ini akan jadi mobil sungguhan yang ada di jalan," kata Musk, dikutip dari InsideEVs.