Dalam tiga bulan penerapan, katanya, sistem tersebut telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberi peringatan terhadap lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta memberikan perlindungan rutin kepada sekitar 11,5 juta pelanggan tiap bulan.
"Angka ini menunjukkan eskalasi risiko kejahatan digital sekaligus efektivitas penerapan AI dalam mitigasinya," kata pria berkebangsaan India tersebut.
Langkah memperluas penggunaan AI juga dilakukan pada jaringan. IOH baru-baru ini menghadirkan AI-RAN Research Center di Surabaya, sebuah pusat riset jaringan berbasis AI pertama di Asia, dikembangkan bersama Nokia dan NVIDIA.
Fasilitas ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam pengembangan teknologi jaringan cerdas sekaligus mendukung target pemerintah menuju kedaulatan digital dalam visi Indonesia Emas 2045.
Selain menghadirkan teknologi berbasis jaringan, IOH juga meluncurkan kembali Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow”. Laporan tersebut menyoroti urgensi pembangunan AI yang berdaulat melalui kolaborasi lintas sektor.
"Fokusnya tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada infrastruktur digital, pengembangan talenta masa depan, hingga penerapan etika tata kelola AI," kata Vikram.
Dalam momen ulang tahun ini, IOH juga memberikan berbagai penawaran khusus untuk pengguna dari Tri, IM3, dan Indosat HiFi.
Pelanggan Tri dapat menikmati paket Happy 30GB seharga Rp50 ribu dengan perlindungan anti-spam berbasis AI. Pelanggan setia juga dapat menukar poin BonsTri di aplikasi bima+ untuk voucher belanja maupun gaming.