Selain menyediakan teknologi, UPI YPTK Padang juga akan mengerahkan tim ahli yang bertugas merancang sistem informasi, mengelola big data, serta melakukan pelatihan bagi sumber daya manusia di lingkungan Pemko Padang.
"Kami tidak hanya menyuplai software, tetapi juga membangun pola pikir dan kultur kerja baru di birokrasi. Ini adalah kolaborasi akademik-praktis yang berkelanjutan," tutur Ridwan.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini mencakup pendampingan digitalisasi di semua lini organisasi perangkat daerah (OPD), hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Semua layanan publik nantinya akan diintegrasikan ke dalam satu aplikasi utama, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya secara mudah dan real time.
Menurut Ridwan, transformasi ini menjadi peluang besar bagi Kota Padang untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga menjadi model kota digital di wilayah barat Indonesia. Dengan basis akademik yang kuat dan dukungan teknologi, digitalisasi pelayanan publik diyakini dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi dan kecepatan layanan. Pemanfaatan teknologi dalam sektor publik, menurut Fadly Amran, adalah keniscayaan yang tidak bisa ditunda.
Dengan Padang Super Apps, pemerintah kota berharap tercipta ekosistem layanan publik yang efisien, mudah dijangkau, dan terintegrasi penuh untuk seluruh masyarakat Kota Padang. (red)