Sumbardaily.com, Padang Panjang – Industri rumahan di Kota Padang Panjang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus pasar regional hingga nasional. Usaha Keripik Talas Dessy yang dikelola sejak 1998 kini telah merambah konsumen di Sumatera Barat, Riau, bahkan Pulau Jawa dengan produk olahan talas berkualitas tinggi.
Pengusaha lokal bernama Dessy (53) mengungkapkan bahwa operasional hariannya mampu mengolah hingga 100 kilogram talas mentah. Proses pengolahan yang dilakukannya bersama dua anak dan dua karyawan tersebut menghasilkan 30 hingga 40 kilogram keripik talas siap konsumsi dengan berbagai varian rasa unggulan.
"Volume 30 sampai 40 kilogram tersebut merupakan hasil akhir keripik talas sesuai standar kualitas yang kami tetapkan. Produk ini hadir dalam tiga varian rasa berbeda, yakni valado, bumbu, serta original," ungkap Dessy.
Strategi pemasaran yang diterapkan Usaha Keripik Talas Dessy menggabungkan platform digital dan konvensional. Selain memanfaatkan media sosial untuk penjualan online, outlet fisik di kawasan Sigando juga kerap didatangi konsumen langsung. Jangkauan distribusi produk ini telah meluas ke berbagai toko oleh-oleh baik di dalam maupun luar Sumatera Barat.
Aspek penetapan harga menjadi keunggulan kompetitif Usaha Keripik Talas Dessy di pasaran. Untuk kemasan 200 gram, konsumen cukup mengeluarkan Rp12.000, sedangkan pembelian dalam jumlah besar seberat 1 kilogram dibanderol Rp60.000.
"Kami menerapkan strategi harga terjangkau agar dapat dinikmati berbagai kalangan masyarakat. Kemasan 200 gram dijual Rp12.000, sementara untuk pemesanan 1 kilogram dihargai Rp60.000," jelas Dessy.
Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Disperdagkop UKM Padang Panjang, Azani Maizuar, memberikan apresiasi terhadap pencapaian Usaha Keripik Talas Dessy. Saat berkunjung ke outlet Dessy pada Selasa (27/5/2025), Azani menyatakan bahwa volume produksi yang konsisten telah membangun reputasi positif di mata konsumen luas.