Di tengah suasana duka tersebut, Gloria memaknai kehadiran album sebagai sesuatu yang tetap membawa arti mendalam. Ia melihat Blue. sebagai sebuah berkat yang berkaitan dengan doa sang ibu.
“Album ini hadir layaknya sebuah berkat, meskipun dibalut kesedihan,” ungkap Gloria.
Dengan pengalaman personal tersebut, tema kehilangan yang hadir di sejumlah lagu dalam album mendapatkan makna tersendiri bagi Gloria. Album yang sejak awal dibangun dari berbagai cerita patah hati akhirnya juga beriringan dengan pengalaman emosional yang ia jalani menjelang perilisan.
Produksi Album Dikerjakan dengan Detail
Selain cerita dan vokal, proses produksi Blue. juga mendapat perhatian besar dari Gloria Jessica dan Ade Govinda.
Kualitas audio dan visual menjadi salah satu fokus utama dalam pengerjaan album. Proses mixing dilakukan secara teliti, bahkan setiap lagu melewati belasan kali revisi.
Tahapan tersebut dilakukan agar setiap ornamen musik dapat terdengar dengan jelas. Detail pelafalan lirik dalam vokal Gloria juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses produksi.
Ade menggambarkan proses pengerjaan album tersebut sebagai pekerjaan yang tetap dilakukan dengan suasana hati positif meskipun sebagian besar materi yang dibawakan memiliki tema patah hati.
“Kami mengerjakan album ini dengan hati yang bahagia, walaupun lagunya patah hati,” tambah Ade.