“Kata orang musiknya kampungan, tapi aku suka. Terserah mau dibilang apa, yang penting bisa bergoyang.”
Selain menghadirkan unsur dangdut dan rock, lagu ini juga diperkaya dengan sentuhan rap berbahasa Jawa yang lugas. Bagian tersebut menjadi warna tersendiri karena menyinggung fenomena penyanyi instan hingga budaya pesta yang kini semakin marak.
Di balik proses kreatif Gila Dangdut, terdapat nama Yogi RPH yang berperan sebagai komposer sekaligus produser lagu. Ia meramu konsep musik yang menggabungkan dua genre berbeda agar tetap terdengar harmonis dan memiliki identitas kuat.
Untuk memperkuat nuansa dangdut yang autentik, The Virgin juga menggandeng Febry XDR yang memberikan sentuhan DJ Koplo Section dalam lagu tersebut. Sementara karakter rock yang menjadi ciri khas The Virgin tetap dipertahankan melalui permainan distorsi gitar dari Rey Brikden.
Perpaduan elemen-elemen tersebut membuat Gila Dangdut tampil sebagai karya yang unik dan berbeda dibandingkan rilisan The Virgin sebelumnya. Lagu ini sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan musik tidak lagi dibatasi oleh sekat genre tertentu.
Melalui single terbaru ini, The Virgin ingin menunjukkan bahwa kedewasaan dalam bermusik lahir dari keberanian bereksperimen dan merayakan keberagaman musik tanpa batas.
Kini, Gila Dangdut telah siap menemani pendengar di berbagai platform digital streaming dan radio di seluruh Indonesia. Lagu tersebut diharapkan mampu menjadi hiburan baru sekaligus mengajak masyarakat menikmati musik tanpa memandang genre.
Dengan sentuhan rock, dangdut, koplo, hingga rap dalam satu lagu, The Virgin mencoba menghadirkan pengalaman musik yang segar dan penuh semangat bagi para penikmat musik Indonesia. (*)