Ariel NOAH dan Raisa menghadirkan pesan bahwa dalam sebuah hubungan, bukan soal siapa yang datang lebih dulu, tetapi siapa yang memilih untuk bertahan hingga akhir.
Lagu ini ditulis oleh Idgitaf, Raisa, Ariel NOAH, Enrico Octaviano, dan Rendy Pandugo, dengan produksi yang ditangani oleh Enrico Octaviano. Aransemen yang diusung cenderung minimalis, memberikan ruang bagi kekuatan vokal kedua penyanyi untuk menyampaikan emosi secara lebih intim.
Sementara itu, film Dilan ITB 1997 disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq, serta ditulis oleh Pidi Baiq bersama Adhitya Mulya dan Ninit Yunita. Berlatar di Bandung, film ini menghadirkan deretan pemain seperti Niken Anjani, Raline Shah, Della Dartyan, Wafda Saifan Lubis, Rangga Natra, Dany Beler, Ira Wibowo, Qibil The Changcuters, Arya Saloka, Denny Chandra, Maya Hasan, Rina Hassim, Tarzan, Hasyakyla Utami, dan Reybong, dengan Ariel NOAH sebagai pemeran utama.
Cerita film ini mengambil latar tahun 1997 dan mengikuti perjalanan Dilan yang menjalin hubungan dengan Ancika. Di tengah perjalanan tersebut, Dilan juga berupaya menyelesaikan studinya di FSRD ITB sekaligus merintis karier sebagai seniman. Hubungan yang dijalani semakin kompleks ketika kehadiran dua sosok perempuan, termasuk dari masa lalu, mulai menguji komitmen mereka.
Lagu “Senang Dengar Suaramu Lagi” resmi dirilis pada 28 April dan sudah tersedia di berbagai platform digital streaming. Perilisan ini juga disertai dengan peluncuran video musik yang melengkapi pengalaman audio dan visual bagi para penikmat karya.
Melalui perpaduan antara musik dan film ini, publik diajak kembali menyelami kisah tentang cinta, mimpi, dan kenangan masa muda yang tetap relevan sepanjang waktu. (*)