Menurutnya, perempuan asal Payakumbuh dikenal cantik, natural, dan cerdas, sehingga meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya.
Perjalanan cinta tersebut juga penuh dengan kenangan khas Ranah Minangkabau. Kadri mengisahkan bagaimana ia menempuh perjalanan panjang menggunakan bus, seperti ANS atau ALS, dari Jakarta menuju Padang. Setelah tiba, ia melanjutkan perjalanan menggunakan vespa untuk berkencan.
Momen-momen kebersamaan itu terjadi di berbagai lokasi ikonik seperti Harau, Bukittinggi, hingga sejumlah daerah lain di Sumatera Barat. Semua pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi utama dalam penciptaan lagu.
Awalnya, Agung Triyana menciptakan lagu ini dalam bahasa Indonesia dengan konsep musik urban. Namun, Kadri merasa nuansa cerita akan lebih kuat jika dibawakan dalam bahasa Minang.
Ia pun meminta bantuan seorang temannya, Karmila, yang merupakan mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP), untuk menerjemahkan lirik tersebut.
Hasilnya, lagu ini hadir dengan identitas kuat sebagai Lagu Minang terbaru yang dikemas dalam gaya modern, namun tetap mempertahankan kedekatan emosional dengan budaya lokal.
Lirik Lagu Sabana Malu, Sabana Rindu
Mangapo manggaretek hati Denai
Mangapo kito saliang bamimpi
Apokah iko namonyo cinto
Cinto nan mambuek
Labiah bahagia
Mangapo jantuang Den badatak kancang
Waktu Den duduak lah mandakek
Ado raso nan dak biaso Den rasoan
Denai hanyo tadiam
Jadi salah tingkah