Pada kesempatan yang sama, Deddy juga menyoroti promosi kuliner Indonesia yang dinilainya belum optimal jika dibandingkan dengan negara lain. Ia mencontohkan strategi promosi kuliner Thailand yang dinilai kuat dan konsisten dalam memperkenalkan identitas makanannya ke dunia internasional.
“Kalau makanan Thailand itu propaganda banget, jago banget ya. Semua makanan Thailand itu, restoran Thailand itu kalau mau buka dimana-mana harus ada kata Thai-nya,” tuturnya.
Kunjungan ini tidak hanya menunjukkan perhatian terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana melalui peninjauan fasilitas ibadah, tetapi juga memperlihatkan kekayaan kuliner Minangkabau yang terus menjadi daya tarik wisata.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya promosi kuliner nasional agar mampu bersaing dan dikenal lebih luas di tingkat global. (pooke)