Closehead Rilis Arti Yang Sama, Ballad Jujur Tanpa Kehilangan Identitas

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 15 Desember 2025 | 10:47 WIB
Closehead merilis single “Arti Yang Sama” di bawah 301 Entertainment, ballad emosional yang menegaskan kejujuran bermusik tanpa kehilangan identitas. (Foto: Istimewa)
Closehead merilis single “Arti Yang Sama” di bawah 301 Entertainment, ballad emosional yang menegaskan kejujuran bermusik tanpa kehilangan identitas. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com – Grup musik Closehead kembali mempertegas konsistensinya dalam berkarya dengan merilis single terbaru berjudul “Arti Yang Sama”. Karya ini hadir sebagai kelanjutan dari momentum perayaan dua dekade perjalanan musik Closehead, menyusul perilisan album “Berdiri Teman (20th Anniversary)” pada Juli 2025. Di bawah naungan 301 Entertainment, lagu tersebut menjadi penanda fase baru eksplorasi musikal band tanpa melepaskan akar identitas yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.





Berbeda dari karakter musik Closehead yang selama ini lekat dengan distorsi dan energi agresif, “Arti Yang Sama” tampil dengan pendekatan yang lebih tenang. Lagu ini dikemas dalam balutan ballad ringan, dengan aransemen yang sengaja dibuat minim distorsi agar fokus pendengar tertuju pada kekuatan lirik dan emosi yang disampaikan. Pilihan musikal ini mencerminkan keberanian Closehead untuk menyelami ruang ekspresi yang lebih intim.





Single ini ditulis oleh Ijan Mandagi (drum) bersama Tyo (keyboard). Keduanya menghadirkan tema yang bersifat personal dan reflektif. Ijan mengungkapkan bahwa “Arti Yang Sama” lahir dari dorongan untuk menulis lagu yang jujur, berangkat dari pengalaman batin yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.





Ia menjelaskan, inspirasi utama lagu tersebut bersumber dari sosok ibu, yang baginya merepresentasikan bentuk cinta paling tulus dan utuh. “Saya ingin sekali menulis lagu yang jujur, sampai akhirnya teringat sosok ibu. Bagi saya, tidak ada cinta dan kasih sayang yang lebih purna daripada cinta seorang ibu kepada anaknya. Maka, saya putuskan untuk mendedikasikan lagu ini bagi mereka,” ujar Ijan.





Keputusan untuk menggunakan format ballad juga melalui pertimbangan matang. Tyo menuturkan bahwa pilihan aransemen tersebut diambil demi menjaga kedalaman pesan lagu. Menurutnya, format ballad memberi ruang yang lebih luas bagi emosi untuk tersampaikan secara alami kepada pendengar.





“Awalnya memang sempat ragu memilih ballad, namun akhirnya kami sadari tidak ada aransemen yang lebih tepat untuk menyampaikan pesan lagu ini selain format tersebut,” kata Tyo.





Untuk memperkaya nuansa emosional, Closehead menggandeng Ari Firman dari The Groove dalam penggarapan string section. Sentuhan string dirancang secara proporsional, tidak berlebihan, dan hadir di momen yang tepat untuk memperkuat suasana tanpa mengalihkan fokus dari inti lagu.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X