“Seminggu bisa dua kali opname, seminggu sekali infus, kadang suntik vitamin. Aku sering mimisan tapi enggak pernah ngeluh. Salah satu bisnisku rugi sampai miliaran. Aku frustasi tapi enggak pernah bilang kalau aku enggak punya uang,” ujarnya.
Ketegangan rumah tangga juga membuat Insan memilih untuk lebih banyak menetap di Jakarta, sementara Wardatina Mawa dan anak mereka tinggal di Medan.
Keputusan tersebut, menurutnya, semakin memperlebar jarak emosional keduanya. Meskipun dihadapkan pada berbagai godaan lingkungan, ia mengklaim tetap berupaya menjaga diri.
“Teman-teman aku semua pada ngajak mabuk, ada beberapa cewek-cewek yang menawarkan diri tapi enggak aku gubris. Aku lebih sibukin diri, cuma aku makin ngerasa enggak punya tempat untuk pulang,” tuturnya.
Dalam masa penuh tekanan itu, Insan bertemu dengan Inara Rusli pada Juli 2025. Ia menyebut bahwa awalnya pertemuan tersebut hanya terkait urusan bisnis, namun hubungan keduanya berkembang secara emosional.
“Tadinya aku enggak kepikiran nikah sama Inara, pure bisnis demi Allah. Tapi aku melihat ada hal-hal yang selama ini aku butuhkan, kayak soal kelembutan,” jelasnya.
Insan juga menyampaikan bahwa sebelum menikahi Inara secara siri, ia merasa pernikahannya dengan Mawa telah berakhir secara agama.
“Aku bilang ke Inara kalau aku dan Mawa itu sudah cerai, talak dua. Setelah diskusi dengan pemuka agama, aku yakin itu sudah sah secara agama,” katanya.