Sementara Faradina Mufti menuturkan, perannya sebagai Nadine menuntut kemampuan untuk menampilkan micro expression yang halus dan kompleks. “Nadine adalah sosok lembut tapi menyimpan rahasia besar. Saya harus mempelajari ekspresi kecil agar emosi bisa tersampaikan tanpa banyak dialog,” katanya.
Kolaborasi Tiga Rumah Produksi Besar
Film ini merupakan hasil kolaborasi tiga rumah produksi ternama: Legacy Pictures, Rapi Films, serta Come and See Pictures, milik Joko Anwar dan Tia Hasibuan. Kolaborasi ini diyakini akan menghadirkan kualitas produksi yang tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga berpotensi menembus kancah internasional.
Dari sinematografi, tata cahaya, hingga scoring, seluruh aspek film diarahkan untuk membangun atmosfer misterius yang kelam namun indah dipandang.Antisipasi Tinggi Menjelang PenayanganDengan kombinasi cerita kuat, aktor berkelas, dan produser sekelas Joko Anwar, Legenda Kelam Malin Kundang digadang-gadang menjadi salah satu film paling ditunggu akhir tahun 2025.
Meski diadaptasi dari kisah rakyat, film ini membawa pesan universal tentang rasa bersalah, pengampunan, dan luka batin yang tak kunjung sembuh—tema yang relevan dengan kehidupan modern.
Apakah kisah ini akan berakhir dengan kutukan seperti legenda aslinya? Joko Anwar menutup rapat jawabannya. Yang pasti, film ini akan menggugah penonton untuk menafsirkan ulang makna “anak durhaka” dari perspektif baru: psikologis, manusiawi, dan kelam. (*)