Versi Baru Hidupku Untuk Cinta, Inul Daratista Kenang Sosok Titiek Puspa

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:19 WIB
Inul Daratista (Foto: Instagram Inul Daratista)
Inul Daratista (Foto: Instagram Inul Daratista)



Proses Cepat, Penuh Emosi





Proses produksi lagu ini berlangsung cepat, namun penuh makna bagi Inul. Ia menuturkan bahwa begitu mendapat kabar dari Ibu Indrawati Widjaja (Ibu Acin) dari Musica Studios, dirinya langsung menggarap proyek ini tanpa menunda. “Untuk prosesnya sendiri juga lumayan cepat. Kemarin ketika dapat informasi ini, aku langsung kerjakan dan gak mau bertele-tele. Kerjaan emas ini tak boleh terlewatkan dan harus on-time. Kalau take vocal kemarin seharian di studio, gak banyak ngulang dan bikin musiknya juga cepat. Ada revisi langsung sat-set dikerjain, terus di-mixing dan jadi deh selesai,” ujarnya.





Meski proses rekaman berjalan lancar, Inul mengaku menghadapi tantangan emosional yang cukup besar. Ia berusaha menahan tangis ketika membawakan lagu itu agar hasilnya tetap maksimal. “Kalau kesulitan buat aku paling gimana caranya supaya nahan gak nangis. Karena kalau sedang nyanyi harusnya kan gembira jadi aku coba untuk melupakan Eyang sebentar gitu. Lagu ini kalau dihayati jadinya sedih terus,” ungkapnya.





Restu dari Keluarga Titiek Puspa





Proyek ini mendapat restu penuh dari keluarga almarhumah Titiek Puspa, yakni Ibu Petty Tunjung Sari dan Ibu Ella Puspa Sari. Mereka menyambut positif langkah Inul dalam memperkenalkan kembali karya klasik ini kepada publik. Kehadiran versi baru ini diharapkan mampu menjembatani generasi muda agar lebih mengenal dan menghargai warisan musik Indonesia.





Momentum perilisan lagu ini juga bertepatan dengan peringatan hari lahir ke-88 tahun Titiek Puspa pada 1 November 2025. Bagi Inul, angka 88 memiliki makna khusus. Ia mengenang pesan Titiek yang sempat mengatakan ingin merayakan usia tersebut dengan sesuatu yang istimewa. “Eyang Titiek pernah bilang ke aku ‘Nanti aku kalau 88 mau bikin yang spesial, Nul!’. 88 bukan flash sale ya hahahaha itu adalah usia Eyang nanti pas di 1 November. Jadi bertepatan dengan momen ini juga, Inul mau hadiahin Goyang 88 sebagai kado spesial untuk semua, terutama untuk Eyang Titiek. Tungguin aja yaa.. kita goyang bareng lagi!” kata Inul penuh semangat.





Kolaborasi dengan Musica Studios





Dalam produksi lagu ini, Inul bekerja sama dengan Musica Studios, label besar yang juga menaungi karya-karya Titiek Puspa selama bertahun-tahun. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang telah memberi kepercayaan besar kepadanya. “Aku berharap recycle lagu Eyang Titiek ini dapat booming kembali, bisa viral juga dan tentunya seluruh lapisan masyarakat Indonesia benar-benar menikmati lagu ini karena suara Inul dan musiknya yang grande. Terima kasih Ibu Indrawati Widjaja (Ibu Acin) dan keluarga Musica Studio's sudah memberikan kesempatan dan peluang yang besar sekali untuk lagu ini menjadi gede, mewah dan glamour. Pokoknya best lah!” ujar Inul.





Selain versi audio, video musik “Hidupku Untuk Cinta” juga telah dirilis di kanal YouTube Inul Daratista Official dan Musica Studios. Video ini menampilkan sejumlah figur publik, termasuk Adam Suseno, suami Inul; Ibu Acin; YOAN, serta cameo dari Ibu Petty Tunjung Sari, Ibu Ella Puspa Sari, Cici Faramida, dan Ivan Gunawan. Kehadiran para tokoh tersebut menambah unsur emosional dalam video tribute ini.





Single “Hidupku Untuk Cinta” telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 16 Oktober 2025, termasuk Spotify, Langit Musik, Apple Music, dan YouTube Music. Publik dapat menikmati versi baru dari lagu legendaris ini dalam kemasan yang segar, namun tetap mempertahankan esensi keindahan karya asli Titiek Puspa.





Melalui persembahan ini, Inul Daratista tidak hanya menyanyikan ulang sebuah lagu, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dan cinta seorang maestro yang telah memberikan warna dalam perjalanan musik Indonesia. “Hidupku Untuk Cinta” menjadi bukti bahwa karya sejati tidak lekang oleh waktu — dan penghormatan yang tulus mampu menjembatani dua generasi seniman dalam satu panggung cinta yang abadi. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X