“Panggil Aku Ayah” Siap Tayang, Drama Keluarga yang Bikin Tertawa dan Menangis

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 16:42 WIB
Film Panggil Aku Ayah tayang 7 Agustus 2025. Kisah hangat keluarga dari Visinema & CJ ENM ini hadirkan tawa, air mata, dan cinta tulus tanpa darah. (Foto: Istimewa)
Film Panggil Aku Ayah tayang 7 Agustus 2025. Kisah hangat keluarga dari Visinema & CJ ENM ini hadirkan tawa, air mata, dan cinta tulus tanpa darah. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Padang – Suasana haru menyelimuti CGV Raya Padang saat film “Panggil Aku Ayah” diputar perdana dalam special screening, Minggu (3/8/2025). Film produksi Visinema Studios bersama CJ ENM ini menggabungkan drama dan komedi keluarga, menghadirkan kisah hangat tentang cinta yang lahir bukan dari darah, melainkan dari keikhlasan.





Acara pemutaran terbatas ini digelar serentak di 25 kota di Indonesia, termasuk Padang, sebelum tayang resmi di bioskop pada 7 Agustus 2025. Antusiasme penonton terlihat dari tawa dan tangis yang silih berganti memenuhi studio.





Film garapan sutradara Benni Setiawan ini mengisahkan perjalanan Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir), dua penagih utang yang tak pernah menyangka akan menjadi figur ayah bagi Intan kecil (Myesha Lin). Dari hubungan yang bermula tanpa rencana, lahirlah kasih sayang tulus yang menuntun penonton pada refleksi tentang arti keluarga sesungguhnya.





“Kami ingin penonton merasakan cinta yang muncul dari tempat paling tak terduga,” ujar produser Anggia Kharisma. Menurutnya, film ini mengingatkan bahwa keluarga sejati hadir dari hati, bukan semata-mata dari garis keturunan.





Bagi Ringgo, memerankan sosok Dedi menjadi pengalaman emosional tersendiri sebagai seorang ayah. “Film ini bukan hanya menghibur, tapi juga mengajarkan kita memaknai cinta yang tulus,” ungkapnya.





Tissa Biani, yang memerankan Intan dewasa, menambahkan bahwa cerita ini sangat berarti bagi siapa saja yang merindukan sosok orang tua.





Nuansa emosional film semakin terasa lewat hadirnya lagu legendaris “Tegar” yang diaransemen ulang dan dinyanyikan Sita Nursanti bersama Tissa. Lagu yang dahulu dipopulerkan Rossa ini menjadi benang merah cerita—menggambarkan luka, ketegaran, dan cinta yang tumbuh perlahan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X