Selain menyoroti keberlanjutan tradisi, Eka Putra mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di sekitar arena pacuan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat, termasuk pedagang dan penonton, mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia agar kegiatan berjalan lancar dan aman.
Menurutnya, kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian bersama. Aktivitas di sekitar lintasan juga perlu diatur agar tidak mengganggu jalannya perlombaan maupun membahayakan pihak yang berada di arena.
Diikuti 65 Ekor Kuda dari Berbagai Daerah
Ketua Pelaksana Pacu Kuda Bupati Cup II 2026, Bayu, melaporkan sebanyak 65 ekor kuda mengikuti perlombaan tahun ini. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, baik di Sumatera Barat (Sumbar) maupun luar provinsi, termasuk Sumatera Utara dan Pulau Jawa.
Keikutsertaan peserta dari luar Sumbar menunjukkan bahwa ajang tersebut tidak hanya melibatkan pelaku olahraga berkuda dari daerah setempat. Perlombaan ini juga menjadi ruang pertemuan bagi peserta dari berbagai wilayah untuk berkompetisi dalam kegiatan olahraga tradisional.
Bayu menyampaikan penyelenggaraan kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Ia mengapresiasi kontribusi pemerintah daerah, sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang membantu persiapan hingga pelaksanaan acara.
“Alhamdulillah, kegiatan pacu kuda kembali dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah membantu persiapan hingga pelaksanaan kegiatan ini,” kata Bayu.
Panitia menjadwalkan total 25 kali pacuan selama dua hari penyelenggaraan. Rinciannya, sebanyak 11 pacuan berlangsung pada hari pertama, sedangkan 14 pacuan lainnya dijadwalkan pada hari kedua, Senin (19/10/2026).
Seluruh perlombaan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan dan standar yang ditetapkan organisasi pacuan kuda. Ketentuan tersebut menjadi acuan dalam pelaksanaan kompetisi selama kegiatan berlangsung.