“Dalam kejuaraan ini, kepada seluruh atlet agar menjaga sportivitas tinggi dalam setiap pertandingan. Pertandingan olahraga yang melahirkan juara satu, dua, dan tiga harus berjalan murni berdasarkan kemampuan terbaik para atlet, bukan karena unsur 'dimenangkan'. Mengingat risiko olahraga sepatu roda yang sangat tinggi dan menyerupai balapan, apresiasi penuh harus diberikan kepada atlet yang benar-benar berjuang dan berprestasi di lapangan,” ungkapnya.
KONI Sumbar Berharap Porprov Melahirkan Atlet Berprestasi
Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman yang bersedia menjadi tuan rumah pertandingan sepatu roda. Ia berharap pelaksanaan Porprov XVI dapat berlangsung lancar dengan tetap mengedepankan sportivitas.
Hamdanus menilai Porprov memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan atlet daerah. Melalui kompetisi tersebut, atlet diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuka peluang untuk bersaing pada kejuaraan yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Porprov XVI harus segera terlaksana karena sudah 8 tahun tidak terlaksana. Kita berharap para atlet dapat bertanding secara sportif dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena. Tidak hanya itu, Gubernur Sumatera Barat juga telah memberikan izin agar pelaksanaan Porprov berikutnya (ke-17) dapat dimajukan dan digelar lebih awal pada musim liburan Juni-Juli Tahun 2028 dan tidak lagi dianggarkan pada APBD perubahan seperti saat ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga menyoroti rencana pelaksanaan Porprov XVII pada 2028. Berdasarkan keterangan Hamdanus, Gubernur Sumatera Barat telah memberikan izin agar jadwal penyelenggaraan Porprov berikutnya dimajukan ke periode liburan Juni-Juli 2028.
Selain perubahan jadwal, pelaksanaan Porprov mendatang diharapkan tidak lagi mengandalkan penganggaran melalui APBD perubahan seperti yang dilakukan saat ini. Penyesuaian waktu dan penganggaran tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penyelenggaraan kompetisi olahraga daerah secara lebih terencana.
Porprov Jadi Persiapan Menuju PON 2028
Porprov XVI Sumatera Barat tidak hanya menjadi ajang persaingan untuk menentukan atlet terbaik di tingkat provinsi. Kompetisi ini juga dipandang sebagai bagian penting dari pembinaan dan penjaringan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi sejumlah agenda olahraga berikutnya.
Atlet-atlet yang menunjukkan performa terbaik diharapkan dapat melanjutkan persaingan pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta pada 2028.