olahraga

Pariaman Jadi Tuan Rumah Sepatu Roda Porprov Sumbar, Bidik Kejuaraan Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:04 WIB
Kejuaraan yang berlangsung di arena sepatu roda Kota Pariaman itu resmi dibuka Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Pemko Pariaman)


Sumbardaily.com - Sebanyak 11 kontingen kabupaten dan kota berlaga pada cabang olahraga (cabor) sepatu roda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di Kota Pariaman. Kejuaraan yang berlangsung di arena sepatu roda Kota Pariaman itu resmi dibuka Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Sabtu (10/10/2026).





Pariaman memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah untuk meningkatkan perhatian terhadap fasilitas olahraga sepatu roda. Pemerintah kota juga membuka peluang menggelar kejuaraan tingkat nasional sekaligus menyiapkan peningkatan kualitas arena apabila kembali dipercaya menjadi tuan rumah Porprov pada 2028.





Dalam sambutannya, Mulyadi mengapresiasi antusiasme para kontingen dan panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan pertandingan. Menurutnya, penyelenggaraan Porprov menjadi kesempatan bagi Kota Pariaman untuk mengembangkan fasilitas olahraga sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi.





“Sebagai salah satu tuan rumah, Kota Pariaman memfokuskan perhatian pada fasilitas cabang olahraga sepatu roda yang dinilai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ke depannya, jika kembali dipercaya sebagai tuan rumah Porprov 2028, kita berencana meningkatkan keamanan dan kualitas lapangan sepatu roda agar menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, kita juga berharap agar pihak pengurus provinsi (Pencab/Pengprov) dapat membawa event kejuaraan nasional sepatu roda langsung ke Kota Pariaman dan kita siap memfasilitasi semuanya,” ujarnya.





Sebelas kontingen yang mengikuti pertandingan tersebut berasal dari Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Sawahlunto.





Mulyadi juga mengingatkan seluruh atlet agar mengutamakan sportivitas selama bertanding. Ia menegaskan bahwa penentuan juara harus didasarkan pada kemampuan dan hasil pertandingan, bukan karena adanya perlakuan khusus terhadap atlet tertentu.





Menurutnya, sepatu roda merupakan olahraga dengan risiko tinggi yang memiliki karakteristik seperti balapan. Karena itu, perjuangan atlet di arena harus dihargai melalui penilaian yang adil dan objektif.


Halaman:

Tags

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB