Perolehan tiga medali itu menjadi pencapaian membanggakan bagi Isan, terutama karena diraih dalam penampilan perdananya di ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut.
Isan Adianda Akui Latihan Setiap Hari Tak Selalu Mudah
Meski berhasil mengukir prestasi, perjalanan Isan untuk menjadi pembalap muda bukan tanpa tantangan. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar SMP Perti Padang, ia harus menjalani latihan yang membutuhkan tenaga, waktu, dan konsistensi.
Isan mengakui bahwa berlatih setiap hari terkadang membuatnya merasa lelah. Rasa jenuh juga sesekali muncul selama menjalani rutinitas tersebut.
Namun, kondisi itu tidak membuatnya berhenti mengejar target. Ia berusaha mengatasi rasa malas dengan mengingat kembali tujuan yang ingin dicapai melalui olahraga balap motor.
Bagi Isan, keinginan untuk menjadi pembalap berprestasi harus diimbangi dengan kemauan menjalani latihan. Ia menyadari bahwa kemampuan di lintasan tidak cukup hanya mengandalkan bakat, tetapi juga membutuhkan usaha yang berkelanjutan.
Prinsip tersebut menjadi salah satu pegangan Isan dalam mempertahankan semangatnya.
“Mana mungkin bisa berprestasi kalau malas latihan,” menjadi prinsip yang dipegangnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Pandangan itu mencerminkan kesadarannya bahwa hasil yang diraih dalam kompetisi merupakan bagian dari proses panjang. Sebelum bisa berdiri di podium Porprov, ia harus melewati latihan dan pembinaan untuk mengembangkan kemampuan balapnya.