Pada pertandingan perdana, Semen Padang FC berhasil membawa pulang poin penuh dari markas Persiraja Banda Aceh. Hasil tersebut menjadi modal awal bagi skuad Nil Maizar untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya.
Momentum positif itu kemudian berlanjut pada laga kedua. Bermain sebagai tuan rumah, Semen Padang FC harus puas berbagi angka dengan PSIS Semarang. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1.
Semen Padang FC kembali menunjukkan performa positif pada pertandingan ketiga. Kabau Sirah berhasil menundukkan PSGC Ciamis dengan skor 2-0. Tiga pertandingan awal itu membuat perjalanan tim tampak berada di jalur yang sesuai dengan ambisi manajemen.
Situasi berubah pada pertandingan keempat. Menghadapi PSPS Pekanbaru, Semen Padang FC akhirnya merasakan kekalahan pertama. Gol tunggal PSPS membuat tim asal Sumatera Barat (Sumbar) tersebut gagal menambah poin dan harus menerima hasil minor.
Kekalahan itu tidak hanya memutus catatan positif pada tiga laga sebelumnya, tetapi juga diikuti keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar.
Di sisi lain, tekanan terhadap Semen Padang FC cukup besar sejak awal kompetisi. Manajemen membangun tim dengan ambisi untuk kembali naik ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sejumlah pemain bintang didatangkan untuk memperkuat skuad, dengan target juara Liga 2 yang juga diapungkan.
Dengan materi pemain yang disebut mewah dan target juara yang dicanangkan, hasil pertandingan menjadi bagian penting dalam evaluasi perjalanan tim. Kekalahan dari PSPS akhirnya menjadi titik perubahan setelah empat pertandingan yang telah dilalui.
Dari sisi klasemen sementara, hasil tersebut membuat posisi Semen Padang FC ikut terpengaruh. Kabau Sirah kini tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 6 poin setelah mendapatkan pengurangan satu poin.