Optimisme semakin besar karena Gheorghe Hagi kembali dipercaya menangani tim nasional untuk periode keduanya.
Rumania berharap sang legenda mampu menemukan perpaduan terbaik antara kedalaman skuad dan efektivitas lini depan sehingga negara tersebut dapat kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia pada Piala Dunia 2030.
Nigeria Andalkan Talenta Besar demi Mengakhiri Tren Absen
Nigeria menjadi salah satu negara Afrika yang memiliki rekam jejak cukup kuat di ajang Piala Dunia FIFA. Super Eagles telah enam kali tampil di putaran final dan tiga kali sukses menembus Babak 16 Besar, masing-masing pada edisi 1994, 1998, dan 2014.
Namun, catatan tersebut tidak mampu berlanjut dalam dua edisi terakhir. Nigeria kembali harus menerima kenyataan gagal tampil di Piala Dunia 2026, sehingga fokus mereka kini sepenuhnya diarahkan untuk melakukan comeback pada Piala Dunia 2030.
Dalam kualifikasi zona CAF menuju Piala Dunia tahun ini, juara Afrika tiga kali itu menutup persaingan sebagai runner-up Grup C di belakang Afrika Selatan.
Hasil tersebut masih memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjuangan melalui putaran kedua yang memperebutkan tiket menuju play-off antarkonfederasi.
Nigeria sempat menjaga asa setelah mengalahkan Gabon dengan skor 4-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Namun, langkah mereka akhirnya kembali terhenti pada pertandingan penentuan. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, Super Eagles harus mengakui keunggulan lawan melalui drama adu penalti.