olahraga

Mbappe Sabet Sepatu Emas Usai Jadi Top Skor Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 16:16 WIB



Jumlah tersebut membuat Mbappe unggul atas Lionel Messi dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Sepanjang kompetisi, keduanya beberapa kali silih berganti memimpin klasemen top skor sebelum akhirnya Mbappe finis di posisi teratas. Sementara itu, legenda Argentina tersebut mengakhiri turnamen dengan torehan delapan gol.





Selain membawa pulang penghargaan Sepatu Emas adidas, Mbappe juga dinobatkan sebagai penerima Bola Perunggu adidas berkat performa impresif yang diperlihatkannya sepanjang turnamen.





Meski demikian, pencapaian individu tersebut belum mampu menghapus rasa kecewanya karena gagal membawa Prancis tampil pada laga final. Bagi penyerang Real Madrid itu, kesempatan memperebutkan gelar juara dunia tetap menjadi target utama dibandingkan penghargaan pribadi.





"Ketika Anda mencetak begitu banyak gol di Piala Dunia, tentu pencapaian itu membawa Anda ke level yang berbeda. Namun, saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak asalkan bisa bermain di final. Penghargaan ini tentu akan menjadi bagian penting dari warisan karier saya ketika nanti pensiun, tetapi saat ini bukan itu yang ada dalam pikiran saya," ujar Mbappe usai pertandingan perebutan tempat ketiga, dilansir dari FIFA, Senin (20/7/2026).





Perjalanan Mbappe di Piala Dunia juga menjadi bagian penting dalam karier internasionalnya bersama Prancis. Sebelum tampil di edisi 2026, ia telah mencetak empat gol saat membawa negaranya menjuarai Piala Dunia Rusia 2018. Empat tahun kemudian, Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya dengan mengoleksi delapan gol ketika Prancis melaju hingga partai final.





Pelatih Prancis, Didier Deschamps, yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih tim nasional, turut memberikan apresiasi tinggi kepada sang kapten. Deschamps menilai Mbappe bukan hanya tampil luar biasa sebagai pemain, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan yang menjadi teladan bagi seluruh anggota tim.





"Ia adalah pemain yang luar biasa. Ia juga kapten yang hebat. Seperti sebagian besar pemain di sini yang hanya pernah bermain di bawah arahan saya, ia merupakan salah satu sosok terpenting di tim.





Ia memulai perjalanan ini sejak usia 18 tahun. Melihat perjalanan yang telah dilaluinya, meskipun tentu ia kecewa karena tidak bisa bermain di final, berdasarkan apa yang saya lihat baik di dalam maupun di luar lapangan, saya sama sekali tidak menyesal memilihnya sebagai kapten. Sepanjang Piala Dunia ini, ia telah menunjukkan teladan sebagai seorang kapten," ujar Deschamps.

Halaman:

Tags

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB