Pada level tim, Argentina menjadi pemilik nilai expected goals (xG) tertinggi sepanjang turnamen dengan angka 15,38. Catatan tersebut sejalan dengan produktivitas La Albiceleste yang berhasil mencetak 19 gol dalam tujuh pertandingan.
Namun, Spanyol tidak tertinggal jauh. La Roja berada di posisi kedua dengan nilai xG sebesar 14,96. Mereka bahkan mencatat jumlah percobaan tembakan terbanyak, yakni 120 kali atau tujuh lebih banyak dibanding Argentina. Dari total 13 gol Spanyol di Piala Dunia 2026, lima di antaranya dicetak oleh Oyarzabal.
Meski produktivitas gol Argentina lebih tinggi, pertahanan Spanyol menjadi pembeda. La Roja hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan, yakni saat Belgia menyamakan kedudukan pada babak perempat final. Sebaliknya, Argentina sudah kemasukan tujuh gol sepanjang turnamen.
Spanyol juga unggul dalam statistik forced turnovers dengan 343 kali, sedangkan Argentina mencatat 297 kali. Namun, La Albiceleste lebih cepat merebut kembali penguasaan bola dengan rata-rata 80,66 detik, sementara Spanyol membutuhkan rata-rata 106,41 detik.
Menariknya, meski Spanyol dikenal sebagai tim dengan permainan umpan yang rapi, Argentina justru mencatat jumlah umpan lebih banyak, yakni 4.772 berbanding 4.592. La Albiceleste juga unggul dalam jumlah umpan sukses dengan 4.324 dibanding 4.156 milik Spanyol. Kendati demikian, kedua tim memiliki akurasi umpan yang identik, masing-masing mencapai 91 persen.
Dalam aspek fisik lainnya, Spanyol masih unggul atas Argentina. Juara Eropa tersebut mencatat kecepatan rata-rata 6,08 km/jam dibandingkan 5,6 km/jam milik Argentina. La Roja juga unggul dalam high-speed running dengan 8.836 berbanding 8.119, serta jumlah sprint sebanyak 3.121 dibandingkan 2.854 milik lawannya.
Meski demikian, Argentina menjadi tim yang menempuh jarak paling jauh sepanjang turnamen dengan total 813.091,41 meter. Adapun Spanyol mencatat jarak tempuh keseluruhan sebesar 799.554,12 meter.