Sumbardaily.com – Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menentukan. Dari total 48 tim yang mengawali persaingan, kini hanya delapan tim perempat finalis yang masih menjaga asa mengangkat trofi juara dunia di New York/New Jersey Stadium pada 19 Juli mendatang.
Persaingan menuju semifinal bukan hanya menghadirkan pertandingan-pertandingan besar, tetapi juga menyuguhkan sederet catatan sejarah, rekor baru, hingga statistik menarik yang membedakan edisi kali ini dari turnamen-turnamen sebelumnya.
Babak Perempat Final Piala Dunia tahun ini menghadirkan kombinasi tim-tim langganan juara dan negara-negara yang masih memburu sejarah. Selain itu, sejumlah fakta penting mencuat, mulai dari absennya dua raksasa sepak bola dunia hingga munculnya tim-tim yang berhasil mencetak pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang Piala Dunia.
Brasil dan Jerman Sama-sama Gagal Lolos ke Perempat Final
Salah satu sorotan terbesar pada Piala Dunia 2026 adalah tidak hadirnya Brasil dan Jerman di babak perempat final. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, dua kekuatan besar tersebut sama-sama gagal mencapai delapan besar dalam edisi yang sama.
Dalam sejarah turnamen, sebanyak 10 dari 17 edisi Piala Dunia yang menggunakan format perempat final selalu menghadirkan Brasil dan Jerman secara bersamaan di fase tersebut. Sebelumnya, Jerman pernah gagal mencapai perempat final pada edisi 1938, 1950, 2018, dan 2022, sedangkan Brasil tersingkir sebelum babak tersebut pada 1934, 1966, dan 1990.
Namun, belum pernah sebelumnya kedua negara itu tersingkir sebelum kompetisi memasuki fase perempat final.
Tidak semua edisi Piala Dunia memiliki babak perempat final. Format tersebut tidak digunakan pada edisi 1930, 1950, 1974, 1978, dan 1982.