Sumbardaily.com, Padang – Rentetan hasil kurang memuaskan yang dialami Semen Padang FC sepanjang putaran pertama BRI Super League 2025/2026 mendorong manajemen klub melakukan evaluasi menyeluruh.
Posisi Kabau Sirah yang belum juga keluar dari zona merah klasemen menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan mendasar demi memperbaiki performa pada putaran kedua kompetisi.
Hingga laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Semen Padang FC baru mengoleksi 10 poin. Raihan tersebut diperoleh dari tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan 13 kali kekalahan.
Kondisi itu menempatkan Kabau Sirah di peringkat ke-17 dari total 18 tim peserta, sekaligus membuat mereka masih terjebak di papan bawah klasemen.
Situasi ini bukan hal baru bagi Semen Padang FC. Catatan poin pada musim berjalan identik dengan pencapaian mereka di BRI Liga 1 2024/2025.
Pada musim tersebut, Kabau Sirah juga mengumpulkan 10 poin dari dua kemenangan, empat kali imbang, dan 11 kekalahan. Saat itu, Semen Padang FC harus berjuang hingga pekan ke-34 untuk memastikan diri lolos dari ancaman degradasi.
Tidak ingin mengulangi skenario serupa, Pembina Semen Padang FC Andre Rosiade memastikan langkah tegas akan diambil.