Kata “sejahtera” yang terdengar indah, namun terasa jauh dari kenyataan, menjadi simbol tentang bagaimana bahasa kerap kehilangan makna dalam percakapan publik.
Melalui single ini, Kataswara ingin menunjukkan bagaimana pengalaman membaca berita kini menyerupai menatap cermin retak—sebuah refleksi yang tetap dipandang meski menyakitkan.
Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa di balik derasnya kabar yang masuk setiap hari, ada bagian dari manusia yang perlahan merapuh. Pesan yang mereka sampaikan tidak meledak-ledak, tetapi berjalan pelan dan tajam, seperti asap yang enggan hilang.
Kataswara dikenal sebagai kolektif seni yang bereksperimen di wilayah musik, puisi, performa tubuh, dan teater. Bagi mereka, kata bukan hanya bahasa, tetapi bentuk perlawanan yang bernada.
Pendekatan ini tampak jelas dalam “Menyesal Baca Berita”—karya yang puitis, sarkastik, dan jujur, sekaligus mengajak pendengarnya tertawa getir, menyesal, serta merenungi dunia yang terus bergerak tanpa arah. (*)