hiburan

Roziana Cindy Kembali dengan Teganya, Kolaborasi Emosional dengan Ilham Baso

Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:53 WIB
Roziana Cindy (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com – Setelah dua karya sebelumnya menyentuh hati pendengar di berbagai negara, penyanyi asal Singapura berdarah Indonesia, Roziana Cindy, kembali merilis single terbarunya berjudul “Teganya”. Lagu ini menjadi lanjutan perjalanan musikal Roziana yang dikenal lewat “Paling Sejati” (2024) dan “Tinggalkan Luka” (2025), sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu penyanyi muda Asia Tenggara yang konsisten menghadirkan karya penuh makna dan emosi.





Dirilis pada 22 Oktober 2025, “Teganya” menggambarkan kisah pengkhianatan cinta yang menyakitkan. Melalui lirik yang jujur dan penghayatan mendalam, lagu ini menyoroti momen ketika kepercayaan berubah menjadi luka, dan cinta yang tulus justru berbalik menjadi sumber penderitaan.





Roziana kembali berkolaborasi dengan Ilham Baso, penulis lagu ternama asal Indonesia yang sebelumnya sukses menciptakan “Tinggalkan Luka”. Dalam “Teganya”, keduanya mengekspresikan perjalanan emosional seseorang yang telah memberikan segalanya, namun harus menerima kenyataan pahit karena dikhianati.





“Lewat lagu ini, aku ingin menggambarkan rasa tidak percaya ketika seseorang yang kita percayai justru menghancurkan hati kita,” ujar Roziana Cindy dalam keterangan resminya. “Ini tentang perasaan saat kita bertanya, ‘Kenapa kamu tega melakukan ini padaku?’—sebuah emosi yang begitu dalam dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.”





Lagu “Teganya” dibuka dengan aransemen lembut dan atmosfer melankolis, perlahan membangun intensitas hingga mencapai puncak emosional yang menyayat. Sentuhan instrumen yang halus berpadu dengan vokal lembut Roziana, menciptakan suasana mendengarkan yang intim sekaligus menyentuh.





Secara musikal, Ilham Baso menghadirkan komposisi yang sederhana namun kuat. Aransemen dibuat untuk menonjolkan kekuatan vokal dan penghayatan Roziana, menjadikan lagu ini bukan sekadar karya pop, melainkan pengalaman emosional yang reflektif.





Dari sisi makna, “Teganya” menggambarkan proses seseorang menyadari bahwa “cukup adalah cukup”—sebuah titik ketika luka harus diterima sebagai bagian dari perjalanan cinta. Lagu ini mengajarkan pentingnya melepaskan hubungan yang tidak sehat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa terkadang, apa yang diyakini sebagai cinta sejati hanyalah bentuk pelarian dari kesepian.


Halaman:

Tags

Terkini