Ruang Talenta dan Dukungan Nasional
Pertunjukan akan berlanjut hingga malam kedua dengan tiga karya lain yang menampilkan beragam interpretasi terhadap tema “ruang” dan “waktu” dalam memori kolektif masyarakat Minangkabau.
Menurut Devid, kegiatan ini juga terhubung dengan program strategis Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang digagas Kementerian Kebudayaan. Melalui program ini, Taman Budaya Sumbar menjalankan pembinaan talenta seni budaya secara menyeluruh, mulai dari pelatihan, pendampingan produksi, hingga presentasi karya melalui festival.
“Proses ini kami desain tidak berhenti pada workshop saja. Setelah pelatihan, ada pembinaan lanjutan yang memungkinkan peserta benar-benar menghasilkan karya yang matang dan bisa ditampilkan ke publik,” tutur Devid.
Ajang Regenerasi Seniman Tari
Pertunjukan Tari Kontemporer 3 bukan sekadar wadah untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi ajang regenerasi seniman tari di Sumatera Barat. Kehadiran enam koreografer muda ini menjadi bukti bahwa tradisi Minangkabau terus hidup, meski melalui tafsir yang berbeda-beda.
Dengan panggung terbuka bagi berbagai eksplorasi, Taman Budaya Sumbar berupaya menciptakan ruang berkesinambungan untuk melahirkan talenta baru. Harapannya, karya-karya ini tidak hanya memperkaya seni pertunjukan di Ranah Minang, tetapi juga memperluas jejaring kreatif di tingkat nasional. (red)